Showing posts with label everyday life. Show all posts
Showing posts with label everyday life. Show all posts

Saturday, December 27, 2008

MENULIS?

Menulis sebenarnya bukan hal baru untuk saya.
Hanya saja, seperti kebanyakan orang yang berzodiak gemini, saya adalah orang yang punya interest yang luas dan saking banyaknya saya selalu disibukkan dengan hal-hal baru yang lebih mengusik rasa ingin tahu, ketimbang tetap berkutat dengan hal lama yang sebenarnya menyenangkan.

Walau berhenti menulis, otak saya tidak berhenti berpikir. Kapanpun. Dimanapun. Sayangnya, kapasitas memori otak saya kurang compatible dengan processor nya yang selalu berpikir, jadi apa yang saya pikirkan saat ini belum tentu akan saya ingat semenit kemudian. Saya harus mengandalkan hardware lain yang bisa menampung output-output bermemori besar itu.

Saya baru sadar.
Menulis itu bukan trend buat saya. Itu suatu kebutuhan.
Bagaikan tubuh yang punya organ sekresi, pikiran saya pun butuh untuk 'membuang'.
Apa jadinya manusia tanpa sistem sekresi?
Menumpuk?
Membusuk?
Blah!

Satu hal lagi yang membuat saya rindu menulis. Science Journalism.


Waktu yang tepat untuk kembali menulis.

Kembali merapikan blog.

Kembali menata hidup.

MUAK!

Muak dan semakin muak..

Semuanya semakin tak jelas..

Semakin banyak dosa yang tercetus di sini..

Semakin banyak dendam dalam hati..

Semakin gelap hati di sini..

Semua energi positif musnah terserap..

Karena energi negatif yang terlalu kuat..

Dulu.. Saya dan teman-teman masih ingin berjuang..

Kini ??




Lebih baik mengorbankan satu orang pemimpin tak becus ketimbang kehilangan beribu prajurit yang loyal, bukan ?!

JUST A FRIEND?

Kalo dia temen biasa...

Kenapa kamu menyempatkan diri untuk menelponnya...

Sementara kamu hanya memberi aku kabar lewat SMS...

Dengan satu kata!

Satu kata!

LULUS.




Now, u're telling me that she's just a friend ??????!!!!!

YA! SEPERTI INI...

Ingin tau seperti apa sakitnya ?

Coba ambil pisau dan iris hati kamu perlahan..
Jangan!
Saya bilang perlahan..

Dan dalam..

Itu belum seberapa..
Sekarang coba kamu ambil tumbukan..
Kamu gerus hati itu..
Tumbuk!

Terus!
Saya belum bilang berhenti!

Jangan lupa tambahkan garam dan cuka..
Perihnya akan terasa berkali lipat..
Nah..

Kenapa?
Oh, belum...
Belum seberapa ini..

Terus..
Kamu ambil hati itu..
Masukkan ke dalam freezer..
0 derajat Celcius!

Diamkan beberapa saat!

Ya, saya tahu menunggu itu buat kamu kesal..
Tunggu saja!

Udah beku?
Ambil..

Injak-injak hingga pecah berkeping-keping...



Nah..



Now you know...

DI MALAM YANG DINGIN INI

Malam ini saya memutuskan untuk menginap di kantor saya yang (kebetulan) terletak di daerah Dago Pakar. Selain untuk mengerjakan chart, juga karena angin malam yang dingin sekali. Udah 2 minggu ini cuaca malam kota Bandung kerasa dingin menusuk padahal musim hujan baru akan datang bulan Oktober nanti.

Selesai mengerjakan chart, saya iseng-iseng nyalain YM. Seorang teman lama nyamperin via YM untuk sekedar menyapa karena sudah lama kami ga pernah bertukar kabar. Dari obrolan basa-basi tentang kabar, beralih ke cuaca Bandung yang dingin hingga issue tentang gempa (kebetulan teman saya ini punya basic pendidikan FISIKA BUMI).

Dia bertutur, malam dingin seperti ini mengingatkan dia sama kondisi Jogja beberapa hari sebelum gempa besar, perubahan cuaca yang mendadak dan ekstrim juga gangguan sinyal radio. Sedikit ngeri membaca penuturannya, saya penasaran pengen tau penjelasannya lebih dalam (karena semasa kuliah dulu saya hanya belajar gempa secara general saja juga karena penuturannya tentang hubungan cuaca dengan gempa yang kurang dimengerti oleh otak saya yang berkapasitas rendah ini).

Menurutnya, hubungannya seperti ini...

Sebelum gempa terjadi, tekanan bebatuan meningkat cukup tinggi. Tekanan yang meninggi ini menyebabkan kompensasi adanya pori batuan yang pecah. Di dalam pori batuan terdapat radium yang telah tersenyawakan menjadi radon (radioaktif) yang sifatnya mengikat udara. Radon adalah partikel alpha (panjang gelombang pendek tapi radioaktif tinggi) dan kalau udara diikat oleh radon menjadi awan, di musim kemarau bisa aja tiba-tiba terjadi hujan yang cukup lebat (perlu diingat ga semua kejadian seperti ini menandakan gampa lho). Salah satu kasus di Uzbekistan, beberapa saat sebelum gempa pernah terlihat awan yang berbentuk lurus (kebayang ga??). Dan ternyata 'awan aneh' itu pun terlihat beberapa saat sebelum gempa Jogja terjadi.

Selain itu partikel alfa yang terakumulasi dapat menganggu sinyal radio. Itulah yang menjelaskan mengapa 2 hari sebelum gempa banyak radio yang mengalami gangguan (alias kekeresekan).

Dengan masih terpukau dengan penjelasannya, dia kembali bertutur, kajian ini masalah hasil dari beberapa buku yang dia baca dan juga kesaksian dari penyiar radio di daerah Bantul. Lagi-lagi perlu diingat, ini konteksnya adalah kajian. Bukan ramalan. Jadi, siapapun yang membaca tulisan ini jangan panik dan langsung terbang meninggalkan Bandung.

Membaca penuturannya, saya sedikit merinding. Apalagi dia menambahkan, jika terjadi gempa di sekitar Bandung, daerah yang kemungkinan mengalami kerusakan yang parah adalah daerah di sekitar patahan. Saya langsung teringat patahan Lembang yang berada di Bandung Utara (dekat dengan kantor saya).

Malam semakin larut. Saya dan teman saya akhirnya memutuskan untuk berhenti membicarakan hal yang serius dan melakukan obrolan yang bisa menghangatkan malam yang dingin ini.

If you know what i mean...

Hehehehehe... ^_^

IT WOULD TAKE SOME TIME...

... for you to realize how precious what you have rite now ...

... what you have rite now is what i have for you, my darling ...

... and what i have for you is true and unconditional ...

... but soon the unconditional will fade away ...

... and if it fade away, soon you will realize how precious what you have rite now...



"you never know what you got 'till its gone.." (JONI MITCHELL)

MAD SCIENTISTS

Ingin sedikit berbagi cerita..

Beberapa hari yang lalu, saya berniat membantu almamater saya dengan menjadi MC untuk satu simposium yang diadakan oleh satu departemen yang berada di barat daya. Persiapan sudah saya lakukan, termasuk skrip MC yang berbahasa Inggris formal, juga mempelajari rundown yang sederhana. Koordinasi dengan panitia pun saya lakukan.

Singkat kata, acara dimulai. Begitu saya membacakan panggilan untuk opening session. tiba-tiba saya ditegur di depan banyak orang bahwa saya salah membacakan rundown.
Saya bingung...
Karena saya yakin saya mengikuti rundown sesuai dengan yang sudah saya pelajari semalaman. Rupanya ada perubahan rundown yang ga dikonfirmasikan sebelumnya oleh panitia. Setelah mengkoreksi siapa yang seharusnya dipanggil saya pun masih bingung karena panitia (yang juga adalah para dosen, doktor, dan professor) tampak panik dan salah satu dosen menyalahkan saya. DI DEPAN UMUM.

"Kamu ko ga koordinasi dulu? Kamu sih datangnya telat. Kenapa sih kamu ga ngobrol dulu ama Pak G*****. Wah, kacaw kamu.. bla bla bla.."

OK! Saya emang datang mepet waktu. Ga telat. (Ya, hanya kurang pagi supaya saya bisa bengong dulu liatin dekor ruangan, benerin taplak meja, atau ngobrol ngalor ngidul...*angry*). Tapi, di antara waktu yang sempit sebelum acara dimulai saya sudah menyempatkan diri untuk koordinasi dengan panitia. Duduk manis menunggu Pak Rektor datang juga perwakilan dari Menteri RISTEK.

Seorang profesor dari salah satu Universitas di Jepang (yang juga panitia) mendatangi saya. Dia bilang, "It's OK! Relax. Just stick to the rundown, OK?"
Komentarnya cukup menenangkan.

Kemudian datang lagi seorang dosen lainnya (yang juga panitia) dan berkata, "Wah, maaf, saya lupa ngingetin kalau ada perubahan rundown. Seharusnya.....bla bla bla..."

DANG!!!

So it wasn't my fault! Selain emang saya hanya menerima rundown seadanya, ternyata sesama panitia pun ada miskomunikasi. Sedikit lega, ternyata ini bukan kesalahan saya, tapi justru itu yang buat saya naik pitam lagi mengingat saya udah dikata-katain sebelumnya.

Selanjutnya, semua berjalan lancar.

Hingga....

Di acara Lunch Banquette, tiba-tiba saat memanggil orang-orang untuk memberikan congratulatory addresses, salah satu Prof. dari Jepang (yang tadi menenangkan saya di sesi pertama) datang tergopoh-gopoh dan berkata ada satu orang lagi yang akan memberikan speech (again, tidak ada konfirmasi tentang hal ini ke saya!!!). Dengan santainya dia "menggeser" posisi saya dan mulai berbicara di depan mike. Saya hanya tersenyum tapi dalam hati ingin saya BERTERIAK !!!!!!!

Selesai acara..
Semua orang makan..

Saya hanya celingak celinguk..
Panitia yang biasanya berhubungan sama saya sudah pindah ke tempat berikutnya..
What should i do?
Nobody told me what to do.
Sementara di rundown, tugas saya seharusnya sudah selesai.

Akhirnya saya berinisiatif bergabung bersama teman-teman lama saya yang kebetulan peserta acara tersebut.

Kesan yang saya dapat dari kejadian ini adalah KURANG PERSIAPAN dari pihak panitia. Dan sialnya, dampaknya ko malah ke saya. Seakan saya ga profesional dan ga pantes buat kerjaan ini. Dalam suatu event, seharusnya pihak panitia menyediakan LO untuk MC, sehingga kesimpangsiuran seperti ini ga harus terjadi. LO tadi lah yang seharusnya nge-brief, bukan sang ketua panitia atau sekretaris panitia atau Person In Charge lainnya yang juga disibukkan dengan jobdesk lain. Alhasil, ya beginilah... brief kurang detail, koordinasi kurang jelas, perintah berasal dari banyak sumber.

THAT'S SILLY !!!
Mengingat para panitia adalah orang-orang yang pintar di bidangnya, para doktor, profesor dari Indonesia dan Jepang. Well, i guess, IQ ga selamanya sejalan dengan kemampuan organize yang baik dan SQ yang baik juga ya.. *sigh*

Seorang teman yang mendengarkan curhatan saya, berkata, "Yah, mau gimana lagi, mereka kan orang-orang penting, ga mau disalahin, yah tipikal orang-orang I*B lah. But, if i were u.. i'd be pissed off and yell back at them. Mereka ga punya hak untuk mencecar kamu di depan umum, walau mereka doktor atau profesor".

Komentar yang masuk akal bagi saya.

Tapi, saya memilih untuk hanya diam dan berkata dalam hati..

"Well, i guess, it's just another F*CKIN' BAD DAY !!!"

WHY OH WHY?

(originally wrote on August 30th, 2005, di tengah kemelut mengerjakan Tugas Akhir)

Kenapa orang punya kecenderungan untuk mengeneralisasikan sesuatu atau seseorang ? Hanya karena pernah melihat seseorang berbuat buruk lalu langsung menjudge bahwa orang tersebut buruk tanpa melihat alasan, kondisi, perasaan dan prioritas orang tersebut.

Kenapa orang cenderung menghakimi sesuatu atau seseorang tanpa berusaha meyakinkan dirinya bahwa mungkin saja keburukan yang dia lihat itu hanya terjadi sesekali dan kebetulan dia berkesempatan menyaksikannya dan terlalu malas untuk cari tau apa yang sebenernya terjadi.

Kenapa orang cenderung lebih melihat keburukan orang ketimbang kebaikan orang tersebut? Orang yang sekali pernah berbuat buruk akan selalu diinget keburukannya padahal mungkin saja orang itu juga sudah banyak berbuat kebaikan tapi hanya karena sekali pernah berbuat kesalahan, maka berhak dihakimi kalo dia itu bangsat, bajingan, jahanam, sampah dan kata-kata sumpah serapah lainnya.

Kenapa orang cenderung melihat seseorang dengan pandangan negatif tanpa mau tau seperti apa sebenernya kepribadian orang tersebut dan apa sebenernya yang dirasakan orang tersebut? Kalo seseorang mengerjakan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan orang-orang di sekitarnya akan dianggap tidak berguna dan dipertanyakan "ngerjain apa sih selama ini".. padahal dia tidak tau bagaimana perjuangan berat yang selama ini udah ditempuh.

Kenapa orang selalu berharap banyak dari orang laen sementara dirinya sendiri tidak melakukan apa-apa dan terlalu sibuk dengan urusan pribadinya? Apa dengan begitu dia berhak menjudge seseorang itu buruk dan ga berguna? Apa selama ini dia tau apa yang harus seseorang itu jalanin dalam hidupnya? Apa dia peduli kalo seseorang itu harus dengan susah payah bangkit untuk membangkitkan semangat hidupnya lagi? Apa dia memahami apa yang ada dalam pikiran seseorang tersebut?

This goes out to y'all, my friends out there..

Don't judge a book by its cover..

Learn what's in it, understand the meaning of it..

Then u have the right to judge people..

THIS IS MY (peep)IN' LIFE!

(originally wrote on August, 5th, 2005)


SICK OF THIS (peeeep) !!

Rite now, i just wanna shout out to the whole world that i'm SICK of these (peeeep)s. Why can I just be happy with the way i am? Why can people just forget about the (peeeep)s in the past and just MOVE ON with their life? Why they have to judge me and throw a dirty look at me like i'm sum' kind of bi-atch? Why can i choose my own choice according to my own willingness? Well... why don't they mind their own (peeeep)in' bussiness?!
DAMN IT !! This is my life and should u people tell me what i have to do ?

I just don't understand what y'all thinkin'..
Must i choose sumthin' according the law? Must i choose sumthin' that everybody would choose eventhough i don't wanna choose that (peeeep).

THIS IS MY LIFE and y'all don't have the right to judge it becoz y'all don't know the whole story and the reasons why i'm doin' this. Y'all don't even have courage to do what i do. Y'all don't even know HOW to do it. Y'all just shout and shout and judge. Y'all just blame everybody else and thinks u are RIGHT but y'all don't even don't know which is wrong nor which is right !!!
Just SHUT ur (peeeep)in' stinky mouth. Judge urself! Shout that to urself! Put urself in front of the mirror! See urself with ur own (peeep)in' eyes!

THIS IS MY LIFE and i have news from y'all mutha(peeeep)

Y'aLL MuTHaF*cKa SaID ThaT I SucK..
LiL' Y JuST DoNT GiVe A DaMN..
I DuNNo.. I DuNNo.. I DonT GiVe A F*cK..
I DonT CaRe.. I DonT CaRe.. I DonT GiVe A F*cK..
Y'aLL WaNNa KnoW Why I DonT GiVe A F*cK ??!
'Coz I'm LiTTLe Y... I DoNT GiVe A F*CK !!!

Bi-AtcH !!!

(original version taken from NUFF SUM's JUST DONT GIVE A F*CK)